Penjelasan dan Tata Cara Pernikahan Budaya Mandar, Sulawesi Barat
Assalamualaikum
wr wb disini saya akan menjelaskan pernikahan budaya Sulawesi Barat tepatnya di
Mandar. Alasan saya memilih adat Mandar karena orang tua saya yaitu ayah saya
yang memang orang asli sulawesi barat... oke kita langsung saja ke pembahasan..
Definisi
perkawinan tradisional mandar adalah ikatan hidup bersama antara laki-laki dan
wanita sebagai hasil kesepakatan rumpun keluarga kedua belah puhak dengan dasar
mau sama mau atau cocok ditinjau dari segi martabat dan keturunan.
Definisi di atas disusun dalam
imajinasi zaman lampau di mandar dimana pemilihan jodoh bagi setiap anak, gadis
atau janda, jejaka maupun duda masih ditentukan secara mutlak oleh orang tua
dan rumpun keluarga. Proses terjadinya perkawinan normal menurut tradisional
madnar dari awal sampai akhir (sampai lahirnya seorang anak) dari hasil suatu
perkawinan adalah sebagai berikut..
1. Naindo nawa-nawa (jatuh
hati)
Di zaman tradisonal, jatuh hati yang imaksud disini adalahorang tua, karena status anak di zaman ini hanya menerima pilihan orang tua secara mutlak. Pemuda yang bersangkutan jarang sekali melihat gadis sebab pada saat itu gadis terpingit, dan yang bebas melihat gadis adalah para orang tua.
setelah anaknya menginjak remaja pada orang tua diam diam meneliti gadis yang dianggap cocok dengannya lalu dibicarakan rumpun keluarga untuk diminta persetujuan dan jika sudah mufakat semuanya.
Di zaman tradisonal, jatuh hati yang imaksud disini adalahorang tua, karena status anak di zaman ini hanya menerima pilihan orang tua secara mutlak. Pemuda yang bersangkutan jarang sekali melihat gadis sebab pada saat itu gadis terpingit, dan yang bebas melihat gadis adalah para orang tua.
setelah anaknya menginjak remaja pada orang tua diam diam meneliti gadis yang dianggap cocok dengannya lalu dibicarakan rumpun keluarga untuk diminta persetujuan dan jika sudah mufakat semuanya.
2. Mambalaqbaq (rencana
penentuan calon)
Mambalaqbaq adalah musyawarah rumpun keluarga untuk memilih seorang diantara sekian banyak calon yang disepakati dalam musyawarah naindo nawa nawa. Dala menentukan calon, persetujuan sang anak diminta (sesudah merdeka sampai sekarang), tetapi sebelumnya tidak diminta persetujuan.
Mambalaqbaq adalah musyawarah rumpun keluarga untuk memilih seorang diantara sekian banyak calon yang disepakati dalam musyawarah naindo nawa nawa. Dala menentukan calon, persetujuan sang anak diminta (sesudah merdeka sampai sekarang), tetapi sebelumnya tidak diminta persetujuan.
3. Messisiq (melamar)
Urusan pihak orang tua laki laki datang pada orang tua wanita untuk menanyakan apa ada jalan (lowongan) untuk melamar anaknya atau tidak. Dalamm istilah mandar "mettuleq dimawanaya tangalalang" (maksudnya apakah gadis yang bersangkutan belum ada yang lamar). Jika jawabannya jalan bersih, maka lamaran di lanjutkan, jika beronak lamaran tidak dilanjutkan dan mencari yang lain.
Urusan pihak orang tua laki laki datang pada orang tua wanita untuk menanyakan apa ada jalan (lowongan) untuk melamar anaknya atau tidak. Dalamm istilah mandar "mettuleq dimawanaya tangalalang" (maksudnya apakah gadis yang bersangkutan belum ada yang lamar). Jika jawabannya jalan bersih, maka lamaran di lanjutkan, jika beronak lamaran tidak dilanjutkan dan mencari yang lain.
4. Mettumae (melamar)
Upacara kunjungan resmi ruumpun keluarga laki laki kepaa keluarga wanita untuk melamar sambil menanyakan jumlah belanja , paccanring, serta segala sesuatunya kecuali sorong (mas kawin). Biasanya pembicaraan di sini belum final karena jumlah belanja dan sebagainya harus dimusyawarahkan lagi kedua belah pihak antararumpun keluarga masing masing.
Upacara kunjungan resmi ruumpun keluarga laki laki kepaa keluarga wanita untuk melamar sambil menanyakan jumlah belanja , paccanring, serta segala sesuatunya kecuali sorong (mas kawin). Biasanya pembicaraan di sini belum final karena jumlah belanja dan sebagainya harus dimusyawarahkan lagi kedua belah pihak antararumpun keluarga masing masing.
5. Mattanda jari
(mappajari)
Pertemuan dan musyawarah resmi dirumah pihak perempuan untuk menentukan jadi atau tidaknya pertunangan dan sekaligus meremiskan pertunangan jika telah dicapai musyawarah mufakat.
Pertemuan dan musyawarah resmi dirumah pihak perempuan untuk menentukan jadi atau tidaknya pertunangan dan sekaligus meremiskan pertunangan jika telah dicapai musyawarah mufakat.
6. Mappande manuq
Sejak resminya pertunangan, pihak laki laki harus memperhatikan tunangannya yang dilakukan oleh orang tua laki laki dengan jalan memberi sesuatu pada situasi tertentu, misalnnya pada hari lebaran, mau memasuki bulan ramadhan dan sebagainya.
Sejak resminya pertunangan, pihak laki laki harus memperhatikan tunangannya yang dilakukan oleh orang tua laki laki dengan jalan memberi sesuatu pada situasi tertentu, misalnnya pada hari lebaran, mau memasuki bulan ramadhan dan sebagainya.
7. Mattanda allo
Musyawarah antara pihak keluarga laki laki dan perempuan untuk menentuksn hari perkawinan atau pelaksanaan serta beberapa hal yang penting untuk dibicarakan.
Musyawarah antara pihak keluarga laki laki dan perempuan untuk menentuksn hari perkawinan atau pelaksanaan serta beberapa hal yang penting untuk dibicarakan.
8. Maccanring
Mengantar seluruh bahan yang akan dipakai dalam pesta perkawinan kepada pihak wanita termasuk beberapa hal yang sudah disetujui bersama. Maccanring dilakukan semeriah mungkin diikuti oleh rumpun keluarga dan handai tolan, tua atau muda, laki laki atau wanita. Bawaan dan caranya punya aturan tersendiri menurut aturan tradisi dan waktu pelaksanaannya, niasanya dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 (tergatung tradisi setempat).
Dalam acara maccanring biasanya diikut sertakan seekor sapi dll. Menurut adat kebiasaan masing masing dikerjakan balanipa disamping semua buah buahan juga semua keperluan dapur dalam acara maccanring tersebut.
Mengantar seluruh bahan yang akan dipakai dalam pesta perkawinan kepada pihak wanita termasuk beberapa hal yang sudah disetujui bersama. Maccanring dilakukan semeriah mungkin diikuti oleh rumpun keluarga dan handai tolan, tua atau muda, laki laki atau wanita. Bawaan dan caranya punya aturan tersendiri menurut aturan tradisi dan waktu pelaksanaannya, niasanya dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 (tergatung tradisi setempat).
Dalam acara maccanring biasanya diikut sertakan seekor sapi dll. Menurut adat kebiasaan masing masing dikerjakan balanipa disamping semua buah buahan juga semua keperluan dapur dalam acara maccanring tersebut.
9. Mappaqduppa
Pemberian satu setel pakaian laki laki lengkap kepada mempelai laki laki dari membelai wanita yang diantar keluarganya
Mulai dari zaman sesduah Indonesia merdeka, pelaksanaan dan pappaqduppa ini dipakai kawin oleh laki laki.
Pemberian satu setel pakaian laki laki lengkap kepada mempelai laki laki dari membelai wanita yang diantar keluarganya
Mulai dari zaman sesduah Indonesia merdeka, pelaksanaan dan pappaqduppa ini dipakai kawin oleh laki laki.
10. Maqlolang
Kunjungan resmi calon mempelai laki laki berdama sahabat sahabatnya kerummah calon mempelai wanita untuk ceramah tamah kekeluargaan. Maqlolang ini paling sempurna diadakan mulai tujuh hari sebelum perkawinan dampai hari perkawinan, atau tiga hari sebelumnya, tapi juga satu kali saja, yakni pada malam besoknya akan dilaksanakan perkawinan. Upacara ini selalu dilakukan waktu malam hari.
Kunjungan resmi calon mempelai laki laki berdama sahabat sahabatnya kerummah calon mempelai wanita untuk ceramah tamah kekeluargaan. Maqlolang ini paling sempurna diadakan mulai tujuh hari sebelum perkawinan dampai hari perkawinan, atau tiga hari sebelumnya, tapi juga satu kali saja, yakni pada malam besoknya akan dilaksanakan perkawinan. Upacara ini selalu dilakukan waktu malam hari.
11. Metindor
Arak arakan dengan pakaian adat mengantar mempelai laki laki kerumah mempelai wanita untuk kawin pada hari pelaksanaan perkawinan.
Acara mentidor dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita dengan dihadiri oleh seluruhkeluaraga dan handai tolan untuk ikut serta menyaksikan pernikahan dan ikut serta mendoakan kedua mempelai.
Arak arakan dengan pakaian adat mengantar mempelai laki laki kerumah mempelai wanita untuk kawin pada hari pelaksanaan perkawinan.
Acara mentidor dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita dengan dihadiri oleh seluruhkeluaraga dan handai tolan untuk ikut serta menyaksikan pernikahan dan ikut serta mendoakan kedua mempelai.
12. Melattigi
Upacara pemberian pacar kepada kedua mempelai oleh para anggota hadat (anak pattolala adaq)secara tersusu menurut level tradisi setempat, yang selalu dimulai oleh Qadhi setempat. Upacara ini terjadi hanya terjadi bagi bangsawan hadat ataupun bangsawan raja bila ia atau anak anaknya kawin. bagi tau samar dan batua tidak boleh melakukan di zaman dahulu, tetapi sekarang pelaksanannya kabur sekali. Hampir sudah tidak ada orang yang kawin normal tidak melltigi.
Upacara pemberian pacar kepada kedua mempelai oleh para anggota hadat (anak pattolala adaq)secara tersusu menurut level tradisi setempat, yang selalu dimulai oleh Qadhi setempat. Upacara ini terjadi hanya terjadi bagi bangsawan hadat ataupun bangsawan raja bila ia atau anak anaknya kawin. bagi tau samar dan batua tidak boleh melakukan di zaman dahulu, tetapi sekarang pelaksanannya kabur sekali. Hampir sudah tidak ada orang yang kawin normal tidak melltigi.
13. Likka/kaweng (kawin)
Sesudah acara pelattigian, maka akad nikah dilaksanakan dengan lebih dahulu pihak wali menyerahkan kewalian para qadzi atau aparat kantor urusan agama setempat yang kompeten.
Sesudah acara pelattigian, maka akad nikah dilaksanakan dengan lebih dahulu pihak wali menyerahkan kewalian para qadzi atau aparat kantor urusan agama setempat yang kompeten.
14. Acara mappi'dei sulung
Suatu tradisi yang tak dapat dilalaikan ialah sesudah mempelai laki laki menemui mempelai wanita dari kamarnya bersalaman, dan setelah menemuh beberapa pintu memasuki kamar (istilah mandarnya) pembuai baqda' dan pembuai baco', maka mempelai laki laki keluarlah dari kamarnya dan langsung ke tempat yang telah ditentukan untuk meniup sekaligus api yang sedang menyala.
Suatu tradisi yang tak dapat dilalaikan ialah sesudah mempelai laki laki menemui mempelai wanita dari kamarnya bersalaman, dan setelah menemuh beberapa pintu memasuki kamar (istilah mandarnya) pembuai baqda' dan pembuai baco', maka mempelai laki laki keluarlah dari kamarnya dan langsung ke tempat yang telah ditentukan untuk meniup sekaligus api yang sedang menyala.
Sekian penjelasan dan
cara pada pernikahan budaya Mandar.. Terimakasih.
HIS Graha Elnusa
ReplyDeleteHubungi : 0822 – 9914 – 4728 (Rizky)
Menikah adalah tujuan dan impian Semua orang, Melalui HIS Graha Elnusa Wedding Package , anda bisa mendapatkan paket lengkap mulai dari fasilitas gedung full ac, full carpet, dan lampu chandeliar yg cantik, catering dengan vendor yang berpengalaman, dekorasi, rias busana, musik entertainment, dan photoghraphy serta videography. Kenyaman dan kemewahan yang anda dapat adalah tujuan utama kami.